Hari ini harga sawit kembali turun sebesar Rp100-Rp150 per kilogram. Sehari sebelumnya harga sawit turun Rp80-Rp250 per kg," kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Meri Marlina di Mukomuko, Rabu. TRIBUNPEKANBARUCOM - Pekan ini harga TBS Sawit Riau naik di seluruh kelompok umur dan tertinggi naiknya di Kelompok Umur 10 tahun sampai 20 Tahun dengan kenaikan Rp 197,27/Kg. Harga TBS Sawit Riau InfoHarga Komoditi Bappebti. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan Gedung Bappebti Lt. 3 - 5, Jl. Kramat Raya No. 172 Jakarta 10430 Telp. (021) 31924744 Fax. (021) 31923204 1 All prices are weighted average / Semua harga dalam purata wajaran 2) Price to be revised accordingly at 8.30am & 4.30pm / Harga akan dikemaskini pada jam 8.30 pagi & 4.30 petang. Legend : ** - Price as at 8.30 AM / Harga adalah sehingga 8.30 pagi. NT - No Trade / Tiada Urusniaga PH : Public Holiday / Cuti Am PosisiHarga Komoditas pada Penutupan Bursa & Pasar Fisik, 2 April 2020 Posisi Harga Komoditas ogp9dVH. Foto Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin 13/9/2021. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah Crude Palm Oil/CPO naik lumayan tajam pada perdagangan pagi ini. Lesatan harga CPO terjadi usai koreksi Selasa 21/12/2021 pukul 0958 WIB, harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR Naik 1,86% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya harga CPO sudah anjlok parah. Meski sekarang naik, harga CPO masih membukukan penurunan 7,09% secara point-to-point dalam sepekan terakhir. Selama sebulan ke belakang, harga masih ambles 11,96%. Harga kontrak CPO yang sudah 'murah' ini membuat investor kembali tergiur. Hasilnya, harga CPO mengalami technical depan, bagaimanakah prospek harga CPO?Ada kemungkinan harga CPO bisa melanjutkan kenaikan. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga CPO hari ini ini MYR Level support ada di rentang MYR CPO mungkin bisa rebound ke kisaran MYR Ini karena harga sudah cukup stabil di atas titik support MYR sebut Wang dalam riset tetapi, lanjut Wang, rasanya rebound harga CPO hanya fatamorgana. Sebab, tren koreksi masih melekat, belum bisa disingkirkan."Downtrend masih bertahan, bahkan bisa menuju MYR Ini akan terkonfirmasi jika harga turun hingga menyentuh MYR tegas ReutersTIM RISET CNBC INDONESIA Artikel Selanjutnya Investor Sumringah! Harga Sawit Stabil, Masa Depan Cerah aji/aji JAKARTA, - Harga minyak sawit crude palm oil/CPO tengah berada dalam tren penguatan selama beberapa bulan terakhir, seiring dengan tingginya permintaan dan lemahnya produksi minyak nabati jenis Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Gapki Eddy Martono mengakui, saat ini harga CPO berada di level yang relatif lebih tinggi dibanding tahun-tahun demikian, Eddy tidak bisa memastikan, tren harga tinggi CPO akan berlanjut pada tahun 2022."Kita melihat bahwa hampir sepanjang tahun harga cukup bagus. Tapi kita tidak tahu ke depan seperti apa," kata dia, dalam konferensi pers virtual, Rabu 17/11/2021. Baca juga Kontroversi Haji Isam, Eks Timses Jokowi, Raja Sawit Batubara KalselHarga CPO selama beberapa bulan terakhir memang tengah terdongkrak oleh adanya masalah logistik global selama pandemi maksimalnya pasokan komoditas minyak nabati lain membuat permintaan terhadap CPO mengalami lanjut, Eddy menyebutkan, saat ini produksi CPO dalam negeri sebenarnya sedang terjadi itu, harga pupuk yang tengah melesat di pasaran berpotensi semakin menekan produksi CPO nasional."Ada kemungkinan kalau ini terganggu, produksi akan turun. Apabila produksi turun dan permintaan tetap tinggi, supply and demand akan berpengaruh," tuturnya. Baca juga Sri Mulyani Devisa Sektor Pariwisata Sama Besarnya dengan Devisa Kelapa Sawit Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Gapki Joko Supriyono. Menurutnya, saat ini realisasi produksi CPO tidak terlalu baik dan cenderug stagnan. "Produksi kita memang tidak perform baik," ucapnya. Berdasarkan data Gapki, total produksi minyak sawit mencapai 4,57 juta ton pada September 2021, turun 1 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 4,6 juta ton. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. PEKANBARU - Harga jual tandan buah segar atau TBS sawit petani di wilayah Riau terus menurun tajam, bahkan melemah hingga 50 persen dibandingkan harga acuan Disbun Riau pekan lalu, setelah pengumuman larangan ekspor sawit diumumkan Presiden Joko Widodo Jokowi.Sekretaris Apkasindo Riau Djono Albar Burhan menjelaskan hari ini harga sawit petani hanya per kg sampai per kg, jauh lebih rendah dibandingkan Minggu 24/4/2022 yang masih di rentang per kg sampai per kg."Sebelum kisruh ini harga jual sawit yang diterima petani per kg, sekarang lebih parah dibandingkan kemarin. Harga TBS sawit petani hari ini sudah di rentang per Kg, ini sudah turun hampir 50 persen," ujarnya, Senin 25/4/2022.Menurutnya harga sawit petani Riau saat ini jauh lebih parah kondisinya dibandingkan pada Januari 2022 lalu ketika penerapan aturan kewajiban domestic market obligation DMO dan domestic price obligation DPO oleh Kemendag. Dia menilai kebijakan pelarangan ekspor sawit ini sangat merugikan petani sawit. Sejumlah pabrik sawit kini juga dilaporkan sudah menghentikan pembelian TBS sawit, lalu ada juga pabrik yang mempercepat libur operasional Lebaran, dari rencana awal libur mulai Jumat 29/4/2022 menjadi Rabu 27/4/2022.Djono mengatakan memang belum semua pabrik menghentikan pembelian sawit, tapi apabila kondisi pelarangan ekspor terus berlanjut dia meyakini semua pabrik sawit di Indonesia akan menghentikan pembelian TBS sawit dari JugaPabrik di Riau Setop Terima Sawit, Truk Pengangkut TBS Petani Mulai MenumpukLarangan Ekspor Minyak Goreng Tak Tuntaskan Masalah, Harga CPO Global Bakal Melangit"Kemungkinan akan semakin banyak pabrik menghentikan pembelian sawit petani karena alasan keterbatasan data tampung CPO terbatas. Jika kondisi ini terjadi akan hilanglah pendapatan petani sawit dan tentu berbahaya bagi perekonomian Indonesia dimana sektor sawit termasuk aktivitas perkenomian yang melibatkan masyarakat luas," Gubernur Riau Syamsuar mengatakan saat ini ada dua daerah yang sudah melaporkan kondisi lapangan di sekitar operasional pabrik kelapa sawit, salah satunya dari Rokan Hilir."Setelah adanya kebijakan larangan ekspor sawit, tadi ada dua daerah yang melaporkan kondisi lapangan seperti ada kemungkinan pabrik kelapa sawit atau PKS menutup operasional. Karena beberapa alasan seperti menyesuaikan stok bahan baku sawit dengan kapasitas penampungan yang ada," menjelaskan saat ini terjadi penumpukan truk pembawa sawit hasil petani, dan menurutnya kondisi ini akan dikoordinasikan dengan Kapolda, Danrem, dan Kabinda untuk kemudian hasil pantauan tersebut dilaporkan kepada pemerintah kondisi penumpukan truk sawit ini tentu menyulitkan bagi para petani karena sudah mendekati Lebaran yang tinggal sepekan lagi, dimana semua orang membutuhkan uang belanja. Karena itu pihaknya berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan di tengah masyarakat akibat kondisi tersebut."Kami juga harap ada kebijakan nasional yang tidak mengganggu petani sawit, dan menjadi solusi agar semua produksi sawit bisa diterima kembali oleh pabrik yang ada di Riau, karena memang apabila buah sawit ada banyak menyebabkan pabrik tidak bisa menerima dan menampung akibat tidak sesuai dengan kapasitas daya tampungnya," kata Djono. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Feni Freycinetia Fitriani Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam