Panjang: 20,5 cm. Lebar : 13,5 cm. Tebal Buku : 206 Halaman. Sinopsis : Buku ini merupakan kumpulan beberapa cerpen milik Tere Liye. Sebagian cerita terinspirasi dari legenda-legenda dan cerita lama dengan versi dan modifikasi cerita yang berbeda. Berikut adalah judul-judul cerita pendek yang berada dalam buku Sepotong Hati yang Baru.
ug0QDN5. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Novel Air Mata Cinta merupakan sekuel novel best seller Cinta Dalam Diam karya Shineeminka. Terdapat sinopsis yang tercantum pada novel tersebut yaitu "Andai dosaku dapat terlihat, mungkin bumi dan langit telah penuh oleh dosaku. Setiap petuah aku anggap angin lalu. Setiap amanah aku anggap tidak penting. Masih adakah jalan untuk meraih cinta - Mu? Aku berharap setiap air mata yang perlahan terjatuh membasahi tempatku bersujud adalah bukti cintaku pada-Mu. Bila engkau mencintai-Nya, berharaplah air mata yang terjatuh membasahi pipimu adalah Air Mata Cinta untuk Sang Maha Pemilik Kehidupan".Dari sinopsis nya, saya sebagai pembaca dibuat penasaran. Tentu saja banyak pertanyaan yang muncul didalam pikiran saya. Contohnya mengapa penulis memberikan judul Air Mata Cinta pada novel ini?Setelah saya membacanya, diceritakan seorang perempuan yang bernama Citra. Ia merasa menyesal akan perilakunya dahulu yang jauh dari agama Allah swt. Kemudian ia selalu mengeluarkan tangisnya ketika sujud kepada-Nya. Saya berpikir, itulah sebab novel ini di beri judul Air Mata Cinta. Air mata yang hanya ditujukan kepada Allah swt sebagai rasa penyesalan. Beruntungnya Citra mendapatkan jodoh yang benar-benar taat agama Allah swt dan menjadi pebimbing Citra untuk menuju lebih baik lagi. Danang, suaminya yang begitu penyayang dan sabar kepada Citra. Disini penulis seperti menceritakan hal-hal yang sering terjadi didalam kehidupan nyata. Penulis juga mencantumkan beberapa kisah atau hadist Rasulullah saw. yang tentunya dapat menambah ilmu bagi kita sebagai pembaca. Bahasa yang digunakan pun mudah dipahami. Kata yang di pilih memiliki makna yang mendalam namun dapat dimengerti, sehingga seakan-akan pembaca terbawa dalam suasana tersebut. Cover yang menarik, bergambar seorang wanita yang tidak memperlihatkan wajahnya. Hanya terlihat bagian belakang ditutupi jilbab. Membuat pensaran maksud dari gambar tersebut, sehingga ketertarikan untuk membacanya semakin meningkat. Novel ini terdiri dari beberapa bab yang tentunya setiap bab terdapat kata-kata motivasi. Didalam novel ini lebih banyak dampak positifnya terutama mengenai kehidupan. Kita sebagai pembaca diajarkan untuk ikhlas dan sabar terhadap kehidupan ini. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Resensi novel Air mata surga ini merupakan sebuah karya dari Asura. Novel ini mengisahkan gadis kecil yatim piatu yang berjuang melawan penyakitnya. Jika penasaran dengan isi bukunya kamu bisa baca resensi novel air mata surga pada artikel ini. Akan di bahas secara lengkap mulai dari identitas, sinopsis, intrinsik hingga pesan moralnya. Simak ya! Identitas Novel Judul NovelAir Mata SurgaPenulisE. Rokajat AsuraJumlah halaman316Ukuran buku13×25 cmPenerbitPT. ImaniaKategoriFiksi MotivasiTahun Terbit2012Harga Novel air mata surga ini merupakan novel karangan dari Asura yang mulai diterbitkan pada tahun 2012 oleh PT. Imania. Novel ini memiliki ketebalan mencapai 316 halaman dengan ukuran 25×13 cm. Sinopsis Novel A Aku Benci dan Cinta Novel ini mengisahkan seorang gadis kecil bernama Baraah Sameeh yang berumur 10 tahun, orang tuanya Dokter dan pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pada usia dini, Baraah sudah dapat menghafal seluruh Al-Qur’an dengan tajwid dan ia memiliki seorang teman perempuan sebayanya bernama Dinia. Mereka memiliki mimpi yang sama yaitu mengelilingi dunia dan membagikan kertas-kertas berisi hafalan Quran untuk anak-anak di seluruh dunia agar semakin banyak penghafal Quran dan menjaga kesuciannya. Hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diketahui ibu Baraah menderita kanker dan sudah stadium akhir. Ibu Baraah berfikir untuk memberitahu Baraah. Karena sadar suatu hari nanti mungkin akan meninggalkan dunia ini. dan inilah ucapan Ibu Baraah. “Baraah aku akan pergi ke surga, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena ia akan menjadi pelindungmu kelak. Gadis kecil itu tidak terlalu mengerti apa yang ibunya katakan. Dan lama kelamaan Baraah mulai mengerti karena ibunya di rumah sakit terlalu lama. Setelah pulang sekolah ia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi ibunya dan membacakan Quran hingga malam. Dan ayahnya akan membawanya pulang. Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu Ayah Baraah melalui telephone bahwa kondisi Ibu Baraah memburuk. Dan ayahnya meminta untuk Baraah tetap ada di mobil keluar dari rumah sakit ayahnya berurai air mata ia menyebrang jalan untuk masuk rumah sakit akan tetapi tiba-tiba datang sebuah mobil kencang dan menabrak Ayah Baraah. Ia meninggal seketika di depan putrinya. Tak terbayangkan tangisan gadis kecil itu. Tragedi Baraah belum selesai sampai sini. Berita kematian ayahnya di sembunyikan dari Ibu Baraah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu Baraah meninggal dunia juga. Gadis ini tinggal sendirian. Teman ayahnya mulai mencari keluarga gadis tersebut di Mesir sehingga keluarganya bisa merawatnya. Dan setelah di Mesir, Baraah mulai merasakan penyakit yang sama seperti ibunya. Yaitu kanker tapi perkataan gadis itu adalah “Alhamdulillah, saya akan bertemu dengan kedua orang tua saya” Semua teman dan keluarga terkejut, ia mendapatkan ujian yang bertubi-tubi dan ia sangat begitu sabar. Dan karena ia rajin menghafal Quran maka ia hafal hampir 30 juz. Lalu bagaimana dengan kisah kelanjutannya? Cari jawabannya di novelnya ya! Unsur Intrinsik Novel Dalam resensi novel air mata surga terdapat unsur intrinsik di dalamnya yaitu 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel ini yaitu perjuangan seorang gadis yatim piatu dalam menghadapi ujian hidup. 2. Tokoh dan Penokohan Baraah, ia merupakan gadis yang sangat penurut, baik,suka membaca Quran dan sangat mencintai kedua orang tuanya Ayah Baraah, seorang dokter yang baik, ramah dan juga penyayang Ibu Baraah, ia merupakan seorang ibu yang baik dan sangat sabar dalam menjalani ujian hidup 3. Alur Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu menggunakan alur maju atau progresif. 4. Latar Waktu Waktu yang digunakan dalam novel yaitu pagi hari, siang hari dan malam hari. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan yaitu di rumah Baraah, di dalam mobil, di rumah sakit, di Arab, di Mesir dan masih banyak lagi latar tempat lainnya. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh semua kalangan dengan makna yang mendalam. 8. Amanat Novel ini mengajarkan bahwa kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani ujian kehidupan. Baraah yang senantiasa menautkan hatinya dengan Al-Qur’an menjadikan mampu menghafal hampir 30 juz Al-Quran. Unsur Ekstrinsik Novel Berikut merupakan unsur ekstrinsik dari novel air mata surga, diantaranya adalah 1. Nilai Sosial Sikap Baraash yang berteman dan mengajak kebaikan dengan cara membaca Al-Quran dan lainnya itu sangat bagus sekali. 2. Nilai Moral Sikap Baraah yang sabar dalam menghadapi segala musibah dan ujian yang menimpanya meski ia masih kecil tapi sikap dewasanya sangat patut di apresiasi dan dijadikan contoh. Kelebihan Novel Memberikan kita motivasi untuk terus mencintai Al-Quran, menghormati orang tua dan mematuhinya Novel ini mengajarkan arti sebuah kesabara yang begitu tinggi Bahasa yang indah dan penuh makna Alur yang diceritakan begitu menyentuh Kekurangan Novel Ada beberapa tyfo dalam novel Karakter lainnya tidak begitu muncul hanya karakter utama yang dimunculkan Pesan Moral Novel A Aku Benci dan Cinta Terakhir dari resensi novel air mata surga yaitu pesan moralnya adalah kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani ujian kehidupan. Baraah yang senantiasa menautkan hatinya dengan Al-Qur’an menjadikan mampu menghafal hampir 30 juz Al-Quran.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Identitas BukuJudul Buku Sebening Air Mata KaylaPenulis Taufiqurrahman al- Azizy Penerbit Diva Press Tempat Terbit YogyakartaTahun Terbit 2014Jenis Buku FiksiJumlah Halaman 344 halaman ISBN 978-602-255-299-4SINOPSISPersahabatan memang tak bisa diukur berdasarkan waktu. Waktu tak pernah menetukan bahwa dia yang telah lama menjadi sahabatmu sekaligus menjadi karibmu. Bila seorang kekasih memiliki tambatan hati dan belahan jiwa, maka seorang karib adalah belahan jiwa bagi akaribnya. Terutama bila ikatan persahabatan itu terjalin karena cinta, ketulusan, dan agama. Maka, tempat apalagi yang mengikat ketulusan, cinta, dan agama seperti pesantren yang telah mempertemukan dua hati dari asal-muasal yang jauh dan Pemuda pendiam hobi menjalankan puasa Daud, tangkas dan cepat dalam menghafal Al-Qur'an, pandai berdiskusi, ramah dan banyak senyum, dan hobi membaca. Dipadu dengan wajah yang lumayan dan perawakan elok membuat sahabatnya Rustam lebih banyak mengagumi dan menghormatinya ketimbang sebaliknnya. Keduanya sering berbicara tentang harapan dan cita-cita, keinginan, serta jalan hidup. Hingga suatu hari Rustam tampak keberatan sekali dengan pilihan Mansur, saat Mansur secara tiba-tiba mengatakan bahwa dirinya akan segera menikah dengan gadis yang telah mencuri hatinnya yang bernama Wiwin. Seorang gadis yang tidak berhijab yang sering duduk di dalam warung Mbah Fah. Tetapi, di saat yang sama, Rustam tahu betul siapa dan bagaimana seorang Mansur. Karib yang ia tahu, kenal, dan dekat dengannya ini memang selalu berusaha menjadikan agama sebagai dasar dan pedoman hidup. Karena itu, walau dengan hati yang selalu bertannya-tannya, Rustam berusaha sebisa mungkin untuk membantu sahabatnya itu dalam segala persiapan menjemput Wiwin sebagai pasangan setelah Mansur diwisuda, ia melamar Wiwin dengan ditemani dua orang saudara dari Ibunya, Rustam, dan kedua orang tuanya. Lamaran itu diterima oleh ayah Wiwin. Hari pun berganti dan tanggal pernikahan itu pun tiba, Mudah bagi seseorang untuk menilai kondisi dan keadaan sebuah keluarga dari pesta pernikahan anaknnya. Perkataan orang-orang tentang Pak Prapto memang benar. Dia memang pegawai dengan jabatan yang lumayan tinggi. Di saat itu pula orang-orang yang tinggal di sekitar rumah Pak Prapto, para tetangnnga dekat maupun jauh sudah mengetahui siapa sejatinnya Mansur dan Ibunya. Sebagain malah menganggap Mansur mimpi kejatuhan beberapa bulan menikah, maka tibalah hari itu, senja itu ketika matahari condong ke barat sosok malaikan kecil yang hadir di dalam kehidupan rumah tannga mereka. Malaikat kecil itu di beri nama Kayla Wulandari. Kayla tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas, lembut, dan penyayang. Ia sangat mencintai kedua orang tuannya, terlebih kepada Ayahnnya Mansur. Tiada hari untuk Kayla tanpa meminta Sang Ayah untuk mengajarinnya membaca Al-Qur'an, buku-buku cerita, mennyenandungkan shalawat Nabi, maupun mennyayikan lagu islami. Itu pun menjadi alasan mengapa kayla lebih dekat dengan Ayahnnya daripada berjalannya waktu kakek nenek kayla membenci Mansur karena persoalan ekonomi ditambah dengan perbedaan dalam cara beragama. Di tengah kebencian dan murka kedua orang tuannya terhadap menantunnya sendiri hadirlah seorang pemuda dari masa lalu Wiwin. Pemuda itu adalah Roni , teman Wiwin sewaktu menjadi semakin rumit ketika kakek nenek Kayla beralibi dengan para tetangga untuk selalu menjelek-jelekan Mansur. Pak Prapto memaksa Mansur untuk menceraikan Wiwin. Mansur menuruti permintaan mertuanya itu. Kemudian Roni berniat untuk melamar Wiwin begitu pun dengan Rustam Ia ingin melakukan hal yang sama. Di saat yang bersamaan, Roni dan Rustam melamar Wiwin. Wiwin menemui mereka dengan membawa Kayla. Ketika itu, kayla menatap Wajah Rustam Di mata Kayla, tak ia lihat kecuali wajah lamaran Rustamlah yang diterima. Beberapa bulan kemudian, tibalah surat di tangan Mansur dari Rustam. Di acara Isra Miraj, Rustam membawa Wiwin dan Kayla ke tempat Mansur. Kaila memeluk ayahnya dan menangis di dekapannya, Rustam tak sanggup meliahat adegan itu, sedangakn Wiwin merasa sudah tidak lagi menjejak Isra Miraj pun dimulai. Rustam menceritakan perjalanan Rasulullah SAW di malam yang penuh berkah itu. Di tengah ceramahnnya, tiba-tiba kepala Rustam terkulai. Rustam meninggal di atas demi hari berlalu. Ketika itu Mansur menerima surat yang ditulis almarhum Rustam untuknnya. Surat itu diberikan Wiwin, di hadapan semua orang Mansur membacakannya. Isi surat itu adalah pemberian harta yang dimiliki Rustam kepada Mansur termasuk permintaan agar Mansur menerima Wiwin dan Kayla PENULISTaufiqurrahman al-Azizy, lahir pada tanggal 9 Desember 1975. Asli orang Indonesia, tepatnya Jawa Tengah. Pernah nyantri di Pesantren Ilmu Al-Qur'an "Hidayatul Qur'an" yang diasuh oleh KH. Drs. Ahsin Wijaya al-Hafizh, Pernah pula kuliah di Universitas Sains al-Qur'an UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, Jurusan Dakwah dan karyanya antara lain, Syahadat Cinta 2006, Musafir 2007, Makrifat Cinta 2007, Kitab Cinta Yusuf Zulaikha 2007, Kidung Shalawat Zaki dan Zulfa2010, Alif 2011, Laki-laki yang Menggenggam Ayat-Ayat Tuhan 2012, Butiran Debu 2013, Emak Aku Minta Surgamu, Ya 2013, serta Kerling Si Janda 2013.UNSUR PEMBANGUN NOVELTema Kerinduan seorang anak akan sosok ayah kandungnnyaJudul Sebening Air Mata KaylaTokoh dan Penokohan Kayla Seorang gadis kecil yang menyayangi ayahnnyaMansur Seorang ayah yang taat agama danmemnyaya ngi keluarganyaWiwin Seorang Ibu dan anak yang taat akan perintah suami dan orang taunysRustam Sahabat yang senantiasa menasehati temannya denngan baikOrang tua wiwin Seorang Ayah dan Ibu yang memandang menantunya hanya dari hartaAlur atau Plot Alur Maju MundurLatar atau Seting Latar tempat Tempel Sari, Gubuk, Pesantren, Rumah Wiwin, Jakarta, Kampus KuningLatar Waktu Pagi {adzan Subuh}, Sore hari, Tengah malam, dan Siang hariLatar Suasana Terkejut, Bahagia, Tegang, Terharu, SedihSudut PandangSudut pandang orang pertama Aku dan SayaSudut pandang orang kedua Dia, Beliau, Ia, Bintang, Aidan, Angkasa, Langit, Ilham, dan NanasAmanat"Jangan Pernah menilai seseorang berdasarkan materinnya" 1 2 3 Lihat Ruang Kelas Selengkapnya