MitraKukar berhasil mengalahkan Persib dengan skor 1-0. TRIBUN KALTIM/NERVRIANTO HARDI PRASETYO TRIBUNNEWS.COM - Persib Bandung merilis pemain yang paling banyak turun bermain untuk tim hingga KlubLiga 1 asal Kalimantan Timur, Mitra Kukar sudah tiba di Johor, Malaysia untuk melakukan pemusatan latihan dari 5-11 Januari 2018. MitraKukar sudah siap tampil di Piala Presiden 2017. Hal itu mereka Mitra Kukar berada di grup A bersama PSS Sleman, Persipura Jayapura dan Persegres Gresik United. Mitra Kukar sudah siap tampil di Piala Presiden 2017. Hal itu mereka Menu Tutup . Home. Bola. Motosport. Tinju. Allsports. Indeks. Home. Bola. Motosport. Tinju. Allsports. Rodriquezsebelumnya pernah bermain di Indonesia bersama Mitra Kukar di Liga 1 2018. Pemain asal Spanyol yang pernah memperkuat Sevilla ini punya catatan impresif bersama Naga Mekes dengan melesakan 15 gol ke jala lawan pada musim itu. Sementara, Ryo Matsumura merupakan pemain asal Jepang yang pernah berkiprah bersama Vissel Kobe. Dikutipdari lama Transfermarkt Minggu 4 Juli 2021, tercatat ada 25 nama yang memperkuat Mitra Kukar dengan rata-rata usia 25 tahun. Adapun pemain dengan usia yang paling senior yakni di posisi bek Sebanyak24 pemain Bali United akan bertolak ke Bekasi. Friday, 7 Muharram 1444 / 05 August 2022 PemainMitra Kukar sdr. Moh. Lamine Sissoko 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 - Nama kompetisi: Liga 1 2017 - Pertandingan: Mitra Kukar vs Pusamania Borneo FC - Tanggal kejadian: 23 Oktober 2017 - Jenis pelanggaran: Pemain - Menginjak pemain lawan. - Hukuman: Sanksi denda Rp. 10.000.000 & larangan bermain sebanyak 2 kali. MitraKukar vs Arema FC menjadi laga pembuka putaran kedua Liga 1 2018 atau pekan 18, Jumat 27 Juli 2018. Mitra Kukar vs Arema FC menjadi laga pembuka putaran kedua Liga 1 2018 atau pekan 18, Jumat 27 Juli 2018. Selasa, 11 Januari 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com; Thirdcolours. Current season. Persatuan Sepakbola Pekanbaru dan Sekitarnya (commonly known as PSPS) is an Indonesian football team based in Pekanbaru, Riau. They currently played at Liga 2. They play at the Riau Main Stadium. Golpemain Mitra Kukar Aldino Herdianto pada menit ke-88 sempat membuat was-was tuan rumah. Namun, tidak ada gol tambahan tercipta sampai pertandingan tuntas dengan skor 2-1. Persija Jakarta bertekad kembali mengulangi prestasi tersebut pada Liga 1 Indonesia 2020. SRc7a. Tenggarong - Mitra Kukar akan menjalani laga perdana Liga 1 2018 dijamu Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 24/3/2018. Sebanyak 18 pemain diboyong pelatih Rafael Berges Marin ke Kota Apel melalui jalur udara, Kamis 22/3/2018 pagi. 5 Klub Kuda Hitam yang Siap Memanaskan Persaingan Liga 1 2018 Menang Telak, Kualitas Individu Pemain Timnas Indonesia U-23 Jadi Pembeda PSIS Tak Tergesa-gesa Menunjuk Pelatih Kepala Pemain yang dibawa ke Malang masih bisa bertambah jika gelandang muda, Septian David Maulana ikut bergabung ke Malang. Pemain 20 tahun itu baru saja membela Timnas U-23 dalam uji coba melawan Singapura U-23. ''Mungkin David nanti juga menyusul ke Malang setelah melawan Singapura. Namun kami belum tahu kapan datangnya,'' kata Media Officer Mitra Kukar, Agri Winata, kepada Kamis 22/3/2018. Seluruh bintang Tim Naga Mekes turut diboyong dalam lawatan ini, mulai Bayu Pradana, striker Fernando Ridriguez Ortega, bek asal Brasil Mauricio Leal, dan eks gelandang Liverpool, Danny Guthrie. Nama terakhir, lanjut Agri, dalam kondisi fit setelah pulih dari cedera pangkal paha. Namun, tak ada gelandang senior Ahmad Bustomi dalam daftar itu. Mantan pemain Arema FC itu masih berkutat dengan cedera paha. ''Bustomi cedera tentu belum bisa kami mainkan jadi tidak dibawa. Sementara Guthrie sudah membaik dan kami boyong bersama pemain Mitra Kukar lainnya ke Malang,'' kata pelatih Rafael Berges. Selebrasi Kemenangan Mitra Kukar di SUGBK - Mitra Kutai Kartanegara atau Mitra Kukar kini terjun bebas. Klub asal Tenggarong yang dua musim belakangan berkompetisi di Liga 2, mesti turun level ke Liga 3. Poin di klasemen grup membuat mereka harus turun level. Musim ini, skuad beralias Naga Mekes hanya mengantongi 12 poin hasil 3 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan. Ini jadi cerita yang kurang menyenangkan tentunya. Sebab, Mitra Kukar diketahui adalah salah satu tim yang pernah mendatangkan beberapa pemain hebat. Baca Juga Jelang Piala AFF 2020 Elkan Baggott Belum Bergabung ke Timnas Indonesia Mohamed Sissoko dan Danny Guthrie adalah dua nama pesepak bola yang pernah singgah di Aji Imbut. Belum lagi eks pelatih mereka, Simon McMenemy. Profil Mitra Kukar Mitra Kukar merupakan satu-satunya klub sepakbola profesional yang bermarkas di kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Klub ini berada di bawah pengelolaan PT Kutai Kartanegara Sport Mandiri. Baca Juga Malaysia Coret Striker Naturalisasi yang Pernah Jadi Mimpi Buruk Indonesia Mitra Kukar menjadi embrio dari klub legendaris asal Surabaya yakni Niac Mitra atau Mitra Surabaya serta Mitra Kalteng Putra. Ketika Mitra Surabaya terdegradasi ke Divisi I Liga Indonesia pada 1999, klub ini dibeli pemilik Barito Putra dari Banjarmasin yakni H. Sulaiman HB dan pindah markas ke ibu kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya. Persija Jakarta vs Mitra Kukar Sumber itu Mitra Surabaya berganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra MKP. Pada 2001, Mitra Kalteng Putra terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia karena kesulitan keuangan hingga berganti manajemen. Lantas, MKP pun pindah markas ke Kabupaten Kutai Kartanegara dengan status dipinjamkan. Mengutip laman resmi Mitra Kukar, di bawah manajemen yang diketuai H Suryanto Anwar dan Manajer Tim Endri Erawan, Mitra Kalteng Putra akhirnya berganti nama menjadi Mitra Kukar saat menjalani kompetisi Divisi II Liga Indonesia musim 2003. Setahun kemudian naik ke kompetisi Divisi I Liga Indonesia pada musim 2004. Baca Juga Sejajar dengan Ronaldo, Mohamed Salah Raih Gelar yang Tak Dimiliki Messi Mitra Kukar resmi menjadi milik Kabupaten Kutai Kartanegara setelah klub ini dibeli dari H. Sulaiman HB dengan harga Rp. 1,5 miliar pada 2005. Di tahun ini pula, terjadi perombakan pengurus Mitra Kukar yang menempatkan H Sugiyanto sebagai Ketua Umum menggantikan H Suryanto Anwar. Di musim 2007, Mitra Kukar berhasil lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2008 setelah sukses menduduki posisi sebagai juara Grup IV sekaligus melaju babak semifinal Divisi I Liga Indonesia 2007. Namun, Mitra Kukar gagal melangkah ke babak final setelah kalah dari Persikad Depok melalui adu penalti. Mitra Kukar untuk pertama kalinya mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim 2008. Setelah 3 tahun berlaga di Divisi Utama, Mitra Kukar akhirnya menembus kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2011/2012 setelah meraih predikat Juara III Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Baca Juga Dipilih Shin Tae-yong, Komentar Tajam Calon Pemain Naturalisasi Indonesia Selama 11 tahun berkiprah di pentas sepak bola nasional, baik mulai kompetisi Divisi II, Divisi Utama hingga Indonesian Super League, Mitra Kukar telah ditangani sejumlah pelatih dari dalam maupun luar negeri. Gerri Mandagi saat berseragam Mitra Kukar. Twitter/Liga1Match.Mereka adalah Eddy Simon Badawi 2003, Hernan Clavito Godoy dari Chili 2004, Solekan 2004, Vata Matanu Garcia asal Angola 2005, mantan pelatih timnas Indonesia asal Bulgaria Ivan Venkov Kolev 2006, Sukardi 2006, Mustaqim 2007 dan 2009, Jacksen F Tiago asal Brazil 2008, Nus Yadera 2008 dan Benny Dolo 2010/2011. Lalu, Mitra Kukar sempat ditangani mantan pelatih timnas Filipina, Simon McMenemy, dari Inggris pada musim 2011/2012. Namun kontrak Simon diputus sebelum putaran pertama berakhir lantaran tidak mampu memenuhi target. Posisi Simon kemudian diganti mantan pelatih timnas Myanmar, Stefan Hansson. Di tangan Hansson, Mitra Kukar meraih prestasi cukup tinggi pada musim kedua, yakni menempati peringkat 3 ISL 2012/2013. Tim Mitra Kukar U-21 yang ditangani pelatih Rachmat Hidayat keluar sebagai runner up ISL U-21 2012/2013 setelah di laga final kalah 2-1 dari Sriwijaya FC U-21. Namun pada musim ketiga, Mitra Kukar hanya mampu lolos ke babak 8 Besar ISL 2014 dengan menempati peringkat ketiga klasemen Grup L. Pada perebutan gelar Juara III, Mitra Kukar U-21 kalah adu penalti 5-4 dari Persipura U-21. Manajemen Mitra Kukar tidak lagi memperpanjang kontrak pelatih Stefan Hansson jelang ISL 2015 yang diikuti 20 tim. Posisi juru taktik, lantas digantikan oleh pelatih asal Inggris, Scott Joseph Cooper. Namun Scott Cooper memilih untuk mengundurkan diri. Belakangan ISL 2015 dinyatakan batal dilaksanakan dengan alasan force majeure akibat tidak mendapat izin dari Kepolisian Republik Indonesia menyusul dibekukannya PSSI oleh Menpora. Setelah kompetisi vakum, Naga Mekes memilih untuk mengikuti turnamen Piala Presiden 2015. Mantan pelatih Semen Padang, Jafri Sastra, ditunjuk sebagai arsitek tim. Di bawah komando Jafri Sastra, Mitra Kukar lolos sebagai semifinalis dan meraih predikat Juara IV Piala Presiden 2015. Atas prestasinya itu, Jafri kembali dipercaya untuk menangani Mitra Kukar selama berlaga di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015. Mitra Kukar pun sukses meraih predikat sebagai kampiun Piala Jenderal Sudirman setelah menumbangkan Semen Padang FC dengan skor tipis 2-1 di laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 24 Januari 2016. Sayangnya, prestasi Mitra Kukar terpuruk pada turnamen Piala Gubernur Kaltim dikarenakan hengkangnya sejumlah pemain pilar. Usai turnamen Piala Gubernur Kaltim, Jafri Sastra mengundurkan diri dari posisi pelatih. Manajemen Mitra Kukar kemudian menunjuk Subangkit sebagai pelatih kepala untuk menangani Mitra Kukar di ajang Piala Bhayangkara serta kompetisi Indonesia Soccer Championship ISC A 2016. Jelang berakhirnya ISC A 2016, Jafri Sastra kembali dipercaya menukangi Mitra Kukar menggantikan Subangkit yang mengundurkan diri. Jafri Sastra juga menangani Mitra Kukar pada putaran pertama kompetisi Liga 1 2017, sebelum diganti Yudi Suryata. Menyambut kompetisi Liga 1 2018, Mitra Kukar kini kembali ditangani pelatih asing yakni Rafael Berges Marin dari Spanyol. Hanya saja, kerja sama dengan Rafael Berges hanya berjalan setengah musim. Sebagai gantinya, Mitra Kukar kemudian menunjuk Rahmad Darmawan sebagai pelatih Mitra Kukar di putaran kedua Liga 1 2018. Namun prestasi Mitra Kukar merosot di akhir musim 2018, sehingga harus terdegradasi ke Liga 2 setelah menempati peringkat 16 klasemen akhir. Pada musim 2019, Liga 2 yang dibagi menjadi 2 wilayah menempatkan Mitra Kukar di Wilayah Timur. Sayang, prestasi mereka hanya tembus ke 8 besar. Di babak grup, mereka imbang 2 kali dan kalah 1 kali tanpa meraih kemenangan. Raihan itu tak cukup mengantar Mitra Kukar ke Liga 1 dan harus tetap di Liga 2. Memasuki musim 2020, Mitra Kukar tak sempat mencicipi atmosfer Liga 2 karena pandemi corona. Pada musim 2021, mereka nyatanya harus menyudahi perjalan karena harus terdegradasi. Kontributor Kusuma Alan Dokumen Mitra Kukar Skuat Mitra Kukar saat berlatih di Johor Baru Malaysia Kontestan Liga 1 musim 2018 terus bergeliat demi mendatangkan nama-nama baru yang mereka ini, Bali United dan Sriwijaya FC dikenal sebagai dua tim yang paling aktif dan berambisi dalam memburu tenaga baru. Tak pelak, beberapa pemain asing dan nama-nama bintang lokal telah mereka daratkan untuk memperkuat pondasi tim. Siapa sangka ternyata klub asal Kalimantan, Mitra Kukar, juga terlihat kencang dalam memburu amunisi anyar. Baca Juga Ditekuk PSMS, Robert Rene Alberts Yang Paling Penting Tak Ada Pemain Cedera Tim beralias Naga Mekes tersebut terpantau sejauh ini sudah mendatangkan 11 nama baru dalam skuat mereka. Pun dengan nama-nama baru tersebut, Mitra Kukar juga merombak komposisi pemain asing mereka di musim lalu. Pada musim 2018, tim yang bermarkas di Stadion Aji Imbut tersebut resmi mendatangkan empat pilar asing baru. Berikut dan sajikan sembilan nama baru milik Mitra Kukar